Bandar Toto Macau — Sejumlah massa yang merupakan keluarga korban penganiayaan oleh oknum anggota TNI AL mendatangi Polres Metro Depok. Mereka mengenakan pakaian serba putih sebagai simbol duka dan menyuarakan sejumlah tuntutan untuk memperoleh keadilan.
Kekecewaan Terhadap Penanganan TKP
Kuasa Hukum Korban, Azis Talalu, menyatakan kekecewaannya karena lokasi kejadian perkara (TKP) penganiayaan yang menewaskan salah satu korban pada Jumat (2/1/2026) belum diberi pembatas atau police line. Menurutnya, hal ini mengindikasikan adanya pembiaran dari pihak kepolisian.
“Ini bukan delik aduan, melainkan delik biasa. Semestinya TKP langsung disegel untuk mengamankan dan mencegah hilangnya barang bukti potensial,” tegas Azis saat mendampingi keluarga korban di Polres Metro Depok, Senin (5/1/2025).
Tuntutan Penangkapan Pelaku
Kekecewaan inilah yang mendorong aksi keluarga korban. Mereka mendesak kepolisian untuk segera menangkap para tersangka yang terlibat. Azis menjelaskan bahwa ada dua terduga tersangka dalam kasus ini.
“Satu adalah oknum anggota TNI AL yang berkasnya telah dilimpahkan ke Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL), dan satunya lagi adalah seorang warga sipil,” ujarnya.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi sebelumnya, dua pria berinisial WAT (24) asal Maluku dan DN (39) menjadi korban penganiayaan di wilayah Tapos, Kota Depok. Korban WAT meninggal dunia akibat luka sayatan benda tajam yang diduga dilakukan oleh oknum TNI AL. Sementara korban DN masih menjalani perawatan intensif di RS Brimob, Depok.
Konfirmasi dan Penanganan Awal Polisi
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, membenarkan terjadinya penganiayaan tersebut. Kasus ini pertama kali ditangani oleh Polsek Cimanggis setelah menerima laporan sekitar pukul 04.30 WIB.
“Polsek Cimanggis menerima laporan adanya dua korban penganiayaan yang berada di dalam sebuah mobil boks,” jelas Made.
Kedua korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, satu korban dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan, sementara korban lainnya selamat dan masih dalam pemulihan.
Perkembangan Penyidikan
Penyidikan mengidentifikasi tersangka penganiayaan berpangkat Sersan Dua (Serda) TNI AL. Oknum tersebut telah ditangani oleh POM AL. Kasus ini secara resmi telah dilaporkan ke Polres Metro Depok untuk ditindaklanjuti.
“Tadi pagi sudah dibuat laporan polisi. Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan terhadap para saksi untuk mengungkap fakta sebenarnya,” pungkas Made Budi.