INITOGEL — Suara Erin Riana Dewi, guru SDN Katulampa 2 Bogor, terdengar penuh semangat ketika menceritakan program Peningkatan Kompetensi Guru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang sedang diikutinya. Program yang akrab disapa “Afirmasi” ini menjadi angin segar bagi guru-guru seperti Erin yang telah mengabdi puluhan tahun namun terhambat gelar akademik.
“Lewat Afirmasi, kami yang sudah mengajar lebih dari 20 tahun dikuliahkan kembali,” tutur Erin dengan antusias.
Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-IV ini secara khusus menyasar guru yang telah lama mengabdi namun sempat putus studi di tengah jalan. Kemendikdasmen memberikan beasiswa penuh untuk menyelesaikan pendidikan strata satu.
Perjalanan Panjang Menuju Gelar Sarjana
Erin bercerita, belasan tahun lalu ia sempat kuliah di Universitas Terbuka namun terpaksa berhenti di semester VII karena kendala biaya. Untuk menunjang profesinya, ia mengandalkan ijazah Diploma 2. Kini, berkat program Afirmasi, Erin dapat melanjutkan studi PGSD di Universitas Husni Thamrin tanpa biaya.
“Di kampus kami berbagi pengalaman menghadapi siswa yang kesulitan belajar. Ini sangat memperkaya wawasan mengajar,” ujar Erin tentang manfaat tambahan dari program ini.
Kisah serupa datang dari Aba Mahmud Rahantan, guru SD Muhammadiyah 2 Ambon yang telah mengabdi 23 tahun. Meski berstatus PNS sejak 2007, Aba harus mengorbankan cita-cita menyelesaikan S1 demi pendidikan ketiga putranya.
“Sekarang halangan itu tidak ada lagi. Saya kuliah daring di Universitas Negeri Sebelas Maret dan menargetkan wisuda tahun 2026,” kata Aba penuh harap.
Dukungan dan Saran dari Praktisi Pendidikan
Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Danang Hidayatullah, menyambut baik program ini sebagai sinyal positif peningkatan kualitas guru. Namun ia menyarankan pendekatan School-to-School Training (STST) untuk melengkapi program pemerintah.
“Konsep STST adalah berbagi dan tumbuh bersama antarguru. Pendekatan ini lebih tepat sasaran dan hemat anggaran,” jelas Danang.
Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kualitas Guru
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan program prioritas yang sejalan dengan Asta Cita Kabinet Merah Putih.
“Guru adalah segala-galanya dalam pendidikan. Mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga pendidik, fasilitator, dan mentor,” tegas Abdul Mu’ti.
Berdasarkan Data Pokok Pendidikan, masih ada lebih dari 233 ribu guru yang belum memenuhi kualifikasi S-1/D-IV. Program Afirmasi tahun ini membidik 12.500 guru PAUD dan SD dengan alokasi anggaran Rp37,5 miliar.
Melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pengalaman mengajar puluhan tahun para guru diakui sebagai bagian dari pendidikan formal, sehingga mempercepat masa studi. Pemerintah juga menyiapkan bantuan biaya pendidikan hingga Rp3 juta per semester untuk setiap peserta.
Dengan berbagai terobosan ini, diharapkan kualitas pendidikan nasional akan semakin merata, memastikan tidak ada guru yang tertinggal dalam kesempatan mengembangkan diri.