Imlek Festival 2577, perayaan Tahun Baru Imlek pertama yang digelar secara besar-besaran di Indonesia, ternyata membawa angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Acara yang berpadu dengan bulan suci Ramadan ini tidak hanya menjadi destinasi ngabuburit yang menarik, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi banyak pedagang lokal.
Sinergi Budaya dan Momentum Ramadan
Juafen, salah satu pedagang yang berpartisipasi, mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan festival ini. Baginya, momen ini adalah perwujudan toleransi yang nyata, di mana masyarakat dapat berkumpul, berbuka puasa bersama, dan sekaligus merayakan kegembiraan Imlek di satu tempat yang sama, yaitu Lapangan Banteng, Jakarta.
Ini merupakan pengalaman pertama Juafen berjualan di event berskala besar. Meski baru pertama kali, ia mengaku penjualannya melampaui ekspektasi dan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Inovasi Kuliner untuk Semua Kalangan
Juafen membawa produk unggulan berupa coipan vegan. Berbeda dengan coipan biasa yang terbuat dari daging, ia menghadirkan versi nabati yang lebih sehat. Selain itu, menu seperti sushi vegan dan bakso vegan yang dijamin halal turut ia tawarkan, menjadikan stan miliknya sebagai pilihan menarik untuk menu berbuka puasa.
“Kami berusaha mengubah yang awalnya hewani menjadi vegan, lebih sehat, dan tentunya halal,” ujar Juafen. Antusiasme pengunjung yang datang untuk ngabuburit dan berbuka bersama dinilainya sebagai faktor utama peningkatan penjualannya.
Dampak Positif bagi Pedagang Lokal
Kisah serupa juga datang dari Novi, pedagang asal Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia yang menjual pecel, gorengan, dan aneka takjil dengan harga terjangkau mengaku sering berpartisipasi di berbagai bazar. Namun, Imlek Festival 2577 memberikan hasil penjualan yang sangat memuaskan.
“Alhamdulillah, untuk pecel saja kami bisa menjual hingga 15 porsi dalam sehari,” tutur Novi. Ia menyambut baik gelaran festival ini sebagai alternatif hiburan Ramadan yang murah dan meriah bagi masyarakat luas.
Harapan untuk Keberlanjutan
Novi berharap event serupa dapat lebih sering diadakan di masa depan. Dengan demikian, lebih banyak lagi UMKM yang akan merasakan manfaat ekonomi dan eksposur yang diberikan. Ia berpesan kepada pemerintah agar dapat meningkatkan dan memperbanyak kegiatan yang memberdayakan pelaku usaha kecil seperti ini.
Imlek Festival 2577, yang berlangsung dari 22 Februari hingga 3 Maret, terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya masuk. Festival ini beroperasi setiap hari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB, menegaskan perannya bukan hanya sebagai ruang perayaan budaya, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan ekonomi yang inklusif.